A. Pengertian Sunk Cost
Secara bahasa, sunk cost adalah biaya dengan potensi kecil atau bahkan tidak berpotensi sama sekali menghasilkan keuntungan di masa depan. Sementara itu di dunia bisnis, pengertian sunk cost adalah biaya yang terlanjur dikeluarkan perusahaan dan tidak mungkin didapatkan lagi, baik menghasilkan keuntungan atau tidak.
Mengutip Harvard Business School, pada pengambilan keputusan bisnis dan keuangan, sunk cost akan dianggap sebaya biaya yang sudah berlalu dan tidak akan masuk ke dalam pertimbangan dalam memutuskan keberlanjutan suatu proyek investasi. Walaupun begitu, komponen sunk cost masih memiliki peran yang cukup penting dalam kegiatan operasional perusahaan khususnya aktivitas produksi dan memperoleh pendapatan secara tidak langsung.
B.. Pengertian Sunk Cost Fallacy
Sunk cost fallacy adalah kesalahan logika yang diambil untuk menghindari terjadinya sunk cost. Salah logika sunk cost adalah salah satu kekeliruan paling sering dialami seseorang atau suatu bisnis saat ingin meningkatkan efisiensi biaya. Ketika seseorang tetap melanjutkan suatu tindakan hanya karena sudah banyak investasi, meski secara rasional berhenti lebih menguntungkan. Misalnya, tetap menonton film yang membosankan atau menghadiri konser meski tubuh sedang sakit, hal ini terjadi karena merasa harus “menebus” tiket yang sudah dibayar.
C. Contoh Sunk Cost di Perusahaan
Beberapa contoh sunk cost di dunia bisnis, di antaranya:
- Sunk Cost di Sektor Pemasaran
Contoh pertama sunk cost adalah yang terjadi di sektor pemasaran. Misalnya perusahaan mengeluarkan biaya Facebook/Instagram Ads tiap bulan dengan jumlah sama bahkan cenderung meningkat, berapapun penjualannya. Biaya promosi tersebut termasuk ke dalam sunk cost. - Sunk Cost di Sektor Operasional
Contoh berikutnya sunk cost adalah penambahan mesin dan tenaga kerja di sektor produksi/operasional. Jika analisanya kurang bagus, maka penambahan tersebut berpotensi menjadi sunk cost yang tidak berkontribusi apa-apa pada produktivitas perusahaan. Meskipun begitu, perusahaan juga tidak boleh terjebak dalam sunk cost fallacy, supaya tidak mengalami kerugian lebih buruk. - Sunk Cost di Sektor Finansial
Pada dasarnya, besar tidaknya biaya sunk cost adalah tanggung jawab divisi finansial perusahaan. Oleh karena itu, setiap kali menerima pengajuan anggaran biaya dari divisi lain, orang bagian keuangan wajib kritis dan mengukur potensi terjadinya sunk cost dan nominalnya. - Sunk Cost di Sektor Investasi
Contoh sunk cost di sektor investasi misalnya kerugian yang dialami perusahaan akibat kegagalan dari suatu proyek. Sebagai contoh, perusahaan A telah menggelontorkan Rp2 miliar guna membangun kantor baru. Tapi, ternyata tanah tempat membangun kantor adalah tanah rawan bencana, sehingga proyek pun terpaksa dihentikan setengah jalan. Akhirnya, perusahaan pun kehilangan dana sebesar Rp2 miliar tadi. - Sunk Cost di Sektor Penelitian dan Pengembangan
Dalam kegiatan R&D, perusahaan sering mengeluarkan dana untuk melaksanakan riset pasar, termasuk menyebarkan survei dan melakukan promosi demi menjangkau responden yang lebih luas. Meskipun hasil riset ini mungkin tidak memberikan dampak langsung terhadap pendapatan, seluruh biaya yang dikeluarkan tetap dikategorikan sebagai sunk cost karena sifatnya yang tidak dapat ditarik kembali.
D. Cara Mengurangi Dampak Sunk Cost
- Menyusun Berbagai Alternatif Rencana
Setiap rencana memiliki potensi dan sunk cost tersendiri. Akan tetapi, rasio potensi dan sunk cost tersebut berbeda-beda, dari yang risiko sunk cost-nya terkecil sampai terbesar. Dengan menyiapkan banyak rencana sekaligus, memungkinkan Anda untuk memilih opsi terbaik yakni yang menawarkan peluang tertinggi dengan risiko sunk cost serendah mungkin.
- Analisa Potensi dan Risiko dari Tiap Rencana
Langkah berikutnya adalah melakukan evaluasi secara cermat terhadap setiap opsi yang tersedia. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), yang membantu Anda memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dari setiap rencana. Analisis ini penting agar keputusan yang diambil tidak hanya didasarkan pada intuisi, tetapi juga data dan pertimbangan logis yang matang.
- Seluruh Tim Terlibat Tahu Risiko dan Peluang Rencana
Jika Anda memiliki tim, sebaiknya Anda melibatkan mereka dalam analisa potensi dan sunk cost suatu rencana. Selain menghindari kesulitan briefing, keterlibatan tim dapat mengasah insting mitigasi risiko mereka. Dengan demikian, bukan hanya Anda yang peka terhadap sunk cost, tapi seluruh anggota tim. - Meningkatkan Kompetensi Tim melalui Pelatihan Berkelanjutan
Langkah terakhir yang tak kalah penting adalah memastikan bahwa sumber daya manusia dalam perusahaan memiliki kapabilitas yang memadai dalam mengelola risiko dan membuat keputusan strategis. Ini dapat dicapai melalui pelatihan dan pengembangan keterampilan secara berkelanjutan
Sumber:
Tinggalkan Balasan