BAB V LAPORAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF DAN LAPORAN LABA RUGIRUANG LINGKUP
5.1. Bab ini mensyaratkan entitas untuk menyajikan total penghasilan komprehensif untuk suatu periode yaitu kinerja keuangan entitas untuk suatu periode dalam satu atau dua laporan keuangan. Bab ini mengatur informasi yang disajikan dalam laporan tersebut dan bagaimana menyajikannya.
PENYAJIAN TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF
5.2. Entitas menyajikan total penghasilan komprehensif untuk suatu periode, baik:
(a) dalam satu laporan penghasilan komprehensif, di mana laporan penghasilan komprehensif tersebut menyajikan seluruh item penghasilan dan beban yang diakui dalam periode tersebut; atau
(b) dalam dua laporan – laporan laba rugi dan laporan penghasilan komprehensif – di mana laporan laba rugi menyajikan seluruh item penghasilan dan beban yang diakui pada periode tersebut kecuali yang diakui dalam total penghasilan komprehensif di luar laba rugi sebagaimana diizinkan atau disyaratkan oleh Standar ini.
5.3. Perubahan dari pendekatan laporan tunggal ke pendekatan dua laporan, atau sebaliknya, merupakan perubahan dalam kebijakan akuntansi di mana Bab 10 Kebijakan Akuntansi, Estimasi dan Kesalahan diterapkan.
PENDEKATAN LAPORAN TUNGGAL
5.4. Dalam pendekatan laporan tunggal, laporan penghasilan komprehensif mencakup seluruh item penghasilan dan beban yang diakui dalam suatu periode kecuali Standar ini mensyaratkan berbeda. Standar ini menetapkan perlakuan yang berbeda untuk keadaan berikut:
(a) dampak koreksi kesalahan dan perubahan kebijakan akuntansi disajikan sebagai penyesuaian retrospektif periode sebelumnya daripada sebagai bagian laba rugi pada periode munculnya dampak tersebut (lihat Bab 10); dan
(b) empat jenis penghasilan komprehensif lain diakui sebagai bagian dari total penghasilan komprehensif, di luar laba rugi, ketika penghasilan komprehensif lain tersebut timbul:
(i) beberapa keuntungan dan kerugian yang timbul dari penjabaran laporan keuangan dari kegiatan usaha luar negeri (lihat Bab 30 Penjabaran Valuta Asing);
(ii) beberapa keuntungan dan kerugian aktuarial (lihat Bab 28 Imbalan Kerja);
(iii) beberapa perubahan dalam nilai wajar instrumen lindung nilai (lihat Bab 12 Isu Terkait Instrumen Keuangan Lain); dan
(iv) perubahan dalam surplus revaluasi untuk aset tetap yang diukur sesuai dengan model revaluasi (lihat Bab 17 Aset Tetap).
5.5. Entitas memasukkan ke dalam laporan penghasilan komprehensif, setidaknya, pos yang menyajikan jumlah berikut ini selama periode:
(a) pendapatan.
(b) biaya keuangan.
(c) bagian laba rugi dari investasi pada entitas asosiasi (lihat Bab 14 Investasi Pada Entitas Asosiasi) dan pengendalian bersama entitas (lihat Bab 15 Investasi Pada Ventura Bersama) yang dicatat menggunakan metode ekuitas.
(d) beban pajak tidak termasuk pajak yang dialokasikan pada item (e), (g) dan (h) (lihat paragraf 29.35).
(e) jumlah tunggal yang terdiri dari total:
(i) laba rugi setelah pajak dari operasi yang dihentikan; dan
(ii) keuntungan atau kerugian setelah pajak yang dapat diatribusikan pada penurunan nilai, atau pembalikan penurunan nilai aset dalam operasi yang dihentikan (lihat Bab 27 Penurunan Nilai Aset), baik pada saat dan pada periode selanjutnya setelah diklasifikasikan sebagai operasi yang dihentikan dan setelah pelepasan aset neto yang merupakan operasi yang dihentikan.
(f) laba rugi (jika entitas tidak memiliki item penghasilan komprehensif lain, baris ini tidak perlu disajikan).
(g) setiap item penghasilan komprehensif lain (lihat paragraf 5.4(b)) yang diklasifikasikan berdasarkan sifatnya (tidak termasuk jumlah dalam (h)). Item tersebut dikelompokkan sesuai dengan Standar ini:
(i) tidak akan direklasifikasi selanjutnya ke laba rugi – yaitu item dalam paragraf 5.4.(b)(i)-(ii) dan (iv); dan
(ii) akan direklasifikasi selanjutnya ke laba rugi jika kondisi tertentu terpenuhi – yaitu item dalam paragraf 5.4(b)(iii).
(h) bagian penghasilan komprehensif lain entitas asosiasi dan pengendalian bersama entitas yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas.
(i) total penghasilan komprehensif (jika entitas tidak memiliki item penghasilan komprehensif lain, entitas dapat menggunakan istilah lain untuk baris ini seperti laba rugi).
5.6. Entitas mengungkapkan item berikut secara terpisah dalam laporan penghasilan komprehensif sebagai alokasi untuk suatu periode:
(a) laba rugi selama periode yang dapat diatribusikan pada
(i) kepentingan nonpengendali; dan
(ii) pemilik entitas induk.
(b) total penghasilan komprehensif untuk periode yang dapat diatribusikan pada
(i) kepentingan nonpengendali; dan
(ii) pemilik entitas induk.
PENDEKATAN DUA LAPORAN
5.7. Dalam pendekatan dua laporan, laporan laba rugi menampilkan, setidaknya, pos yang menyajikan jumlah dalam paragraf 5.5(a)-5.5(f) untuk periode, dengan laba atau rugi sebagai hasil akhir. Laporan penghasilan komprehensif dimulai dengan laba rugi sebagai baris pertama dan menampilkan, setidaknya, pos yang menyajikan jumlah dalam paragraf 5.5(g)-5.5.(i) dan paragraf 5.6 dalam periode tersebut.
PERSYARATAN YANG DAPAT DITERAPKAN PADA KEDUA PENDEKATAN
5.8. Berdasarkan Standar ini, dampak koreksi kesalahan dan perubahan dalam kebijakan akuntansi disajikan sebagai penyesuaian retrospektif untuk periode sebelumnya daripada sebagai bagian dari laba rugi pada periode terjadinya (lihat Bab 10).
5.9. Entitas menyajikan pos, judul dan subtotal tambahan dalam laporan penghasilan komprehensif (dan dalam laporan laba rugi, jika disajikan), jika penyajian tersebut relevan untuk pemahaman kinerja keuangan entitas.
5.10. Entitas tidak menyajikan atau mendeskripsikan item apapun penghasilan dan beban sebagai ‘item luar biasa’ dalam laporan penghasilan komprehensif (atau laporan laba rugi, jika disajikan) atau dalam catatan atas laporan keuangan.
ANALISIS BEBAN
5.11. Entitas menyajikan analisis beban menggunakan klasifikasi berdasarkan sifat beban atau fungsi beban dalam entitas, mana yang menyediakan informasi yang andal dan lebih relevan.
Analisis Berdasarkan Sifat Beban
(a) Dalam metode klasifikasi ini, beban diagregasikan dalam laporan penghasilan komprehensif sesuai dengan sifatnya (sebagai contoh, depresiasi, pembelian bahan baku, biaya transportasi, imbalan kerja dan biaya iklan) dan tidak dialokasikan kembali ke berbagai fungsi dalam entitas.
Analisis Berdasarkan Fungsi Beban
(b) Dalam metode klasifikasi ini, beban diagregasikan berdasarkan fungsinya sebagai bagian dari biaya penjualan atau, sebagai contoh, biaya distribusi atau aktivitas administratif. Setidaknya, entitas mengungkapkan biaya penjualannya berdasarkan metode ini secara terpisah dari beban lainnya.
Footnote
- Retrospektif = proses melihat kembali peristiwa atau pengalaman masa lalu untuk mendapatkan wawasan dan pemahaman.
- Direklasifikasi = proses mencatat kembali atau mengelompokkan ulang suatu transaksi atau item ke dalam kategori atau akun yang berbeda dari yang sebelumnya.
- Agregasi = cara menciutkan, meringkas, atau mengelompokkan data
Sumber
Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat efektif per 1 Januari 2025, Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI).
Tinggalkan Balasan