SAK EP BAB XI: INSTRUMEN KEUANGAN DASAR STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS PRIVAT

BAB XI INSTRUMEN KEUANGAN DASAR

RUANG LINGKUP BAB 11 DAN 12

11.1. Bab 11 dan Bab 12 Isu Terkait Instrumen Keuangan Lain keduanya mengatur pengakuan, penghentian pengakuan, pengukuran dan pengungkapan instrumen keuangan (aset keuangan dan liabilitas keuangan). Bab 11 diterapkan terhadap instrumen keuangan dasar dan relevan untuk seluruh entitas. Bab 12 diterapkan untuk instrumen keuangan dan transaksi lain yang lebih kompleks. Jika entitas hanya mengadakan transaksi instrumen keuangan dasar, maka Bab 12 tidak diterapkan. Akan tetapi, bahkan entitas dengan hanya instrumen keuangan dasar mempertimbangkan ruang lingkup dari Bab 12 untuk memastikan bahwa entitas dikecualikan darinya.

PILIHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI

11.2. Entitas memilih untuk menerapkan salah satu dari:

  1. persyaratan untuk kedua Bab 11 dan 12 secara penuh; atau
  2. persyaratan pengakuan dan pengukuran dalam PSAK 55 Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran’, dan persyaratan pengungkapan dalam Bab 11 dan 12

untuk mencatat seluruh instrumen keuangannya. Pilihan entitas atas (a) atau (b) merupakan pilihan kebijakan akuntansi. Paragraf 10.8-10.14 berisi persyaratan untuk menentukan kapan perubahan kebijakan akuntansi tepat untuk dilakukan, bagaimana perubahan tersebut dicatat dan informasi apa yang diungkapkan mengenai perubahan tersebut.

PENDAHULUAN BAB 11

11.3. Instrumen keuangan adalah kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lainnya.

11.4. Bab 11 mensyaratkan model biaya perolehan diamortisasi untuk seluruh instrumen keuangan dasar kecuali untuk investasi dalam saham preferen yang tidak dapat dikonversi dan saham biasa tanpa opsi jual atau saham preferen tanpa opsi jual yang diperdagangkan secara publik atau jika tidak, yang nilai wajarnya dapat diukur secara andal tanpa biaya atau upaya yang berlebihan.

11.5. Instrumen keuangan dasar dalam ruang lingkup Bab 11 adalah instrumen yang memenuhi ketentuan dalam paragraf 11.8. Contoh instrumen keuangan yang umumnya memenuhi ketentuan tersebut mencakup:

  1. kas;
  2. giro dan deposito berjangka waktu tertentu (fixed-term deposits) ketika entitas merupakan deposan, sebagai contoh rekening bank;
  3. surat berharga komersial (commercial paper) dan surat utang komersial (commercial bills) yang dimiliki;
  4. piutang dan utang, wesel tagih dan wesel bayar serta pinjaman diberikan dan pinjaman diterima;
  5. obligasi dan instrumen utang serupa;
  6. investasi dalam saham preferen yang tidak dapat dikonversi dan saham biasa tanpa opsi jual serta saham preferen tanpa opsi jual; dan
  7. komitmen untuk menerima pinjaman jika komitmen tidak dapat dilunasi dengan kas.

11.6. Contoh instrumen keuangan yang umumnya tidak memenuhi ketentuan dalam paragraf 11.8, dan oleh karena itu berada dalam ruang lingkup Bab 12, mencakup:

  1. efek beragun aset, seperti obligasi hipotek yang diagunkan, perjanjian pembelian kembali dan paket piutang sekuritisasian;
  2. opsi, hak, waran, kontrak future, kontrak forward dan swap suku bunga (interest rate swap) yang dapat diselesaikan dengan kas atau dengan pertukaran instrumen keuangan lainnya;
  3. instrumen keuangan yang memenuhi syarat dan ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai (hedging instruments) sesuai dengan persyaratan dalam Bab 12;
  4. komitmen untuk memberikan pinjaman kepada entitas lain; dan
  5. komitmen untuk menerima pinjaman jika komitmen dapat dilunasi dengan kas.

RUANG LINGKUP BAB 11

        11.7. Bab 11 diterapkan untuk seluruh instrumen keuangan yang memenuhi ketentuan dalam paragraf 118 kecuali untuk hal berikut:

  1. investasi pada entitas anak, entitas asosiasi dan ventura bersama yang dicatat sesuai dengan Bab 9 Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri, Bab 14 Investasi Pada Entitas Asosiasi atau Bab 15 Investasi Pada Ventura Bersama.
  2. instrumen keuangan yang memenuhi definisi ekuitas milik entitas sendiri, termasuk komponen ekuitas instrumen keuangan majemuk (compound financial instruments) yang diterbitkan oleh entitas (lihat Bab 22 Liabilitas dan Ekuitas).
  3. sewa, yang diatur dalam Bab 20 Sewa atau paragraf 12.3(f). Akan tetapi, persyaratan penghentian pengakuan dalam paragraf 11.33-11.38 diterapkan untuk penghentian pengakuan piutang sewa yang diakui oleh pesewa dan utang sewa yang diakui oleh penyewa, dan persyaratan penurunan nilai dalam paragraf 11.21-11.26 diterapkan untuk piutang sewa yang diakui oleh pesewa.
  4. hak dan kewajiban pemberi kerja dalam program imbalan kerja, yang diatur dalam Bab 28 Imbalan Kerja.
  5. instrumen keuangan, kontrak dan kewajiban yang tercakup dalam transaksi pembayaran berbasis saham seperti diatur dalam Bab 26 Pembayaran Berbasis Saham.
  6. penggantian aset yang dicatat sesuai dengan Bab 21 Provisi dan Kontinjensi (lihat paragraf 21.9).

INSTRUMEN KEUANGAN DASAR

11.8. Entitas mencatat instrumen keuangan berikut sebagai instrumen keuangan dasar sesuai dengan Bab 11:

  1. kas;
  2. instrumen utang (seperti piutang dan utang, wesel tagih atau wesel bayar atau pinjaman diberikan atau pinjaman diterima) yang memenuhi ketentuan dalam paragraf 11.9;
  3. komitmen untuk menerima pinjaman yang:

(i)    tidak dapat diselesaikan secara neto dengan kas; dan

(ii) ketika komitmen dilaksanakan, diperkirakan akan memenuhi ketentuan dalam paragraf 11.9.

  1. investasi dalam saham preferen yang tidak dapat dikonversi dan saham biasa tanpa opsi jual atau saham preferen tanpa opsi jual.

11.9. Instrumen utang yang memenuhi seluruh ketentuan dalam (a)- (d) dicatat sesuai dengan Bab 11:

  1. imbal hasil kepada pemegang instrumen (pemberi pinjaman/kreditor) yang dinilai dalam mata uang di mana instrumen utang didenominasikan sebagai salah satu dari:
  1. suatu jumlah tetap:
  2. suatu tingkat imbal hasil tetap sepanjang umur instrumen;
  3. suatu imbal hasil variabel yang sepanjang umur instrumen adalah setara dengan suku bunga kuotasian atau observasian yang menjadi acuan tunggal (seperti JIBOR); atau
  4. beberapa kombinasi suku bunga tetap dan variabel, sepanjang suku bunga tetap dan variabel bersifat positif (sebagai contoh, swap suku bunga (interest rate swap) dengan suku bunga tetap positif dan suku bunga variabel negatif tidak memenuhi kriteria ini).

Untuk imbal hasil suku bunga tetap dan variabel, bunga dihitung dengan mengalikan suku bunga pada periode yang berlaku dengan jumlah sisa pokok terutang selama periode tersebut.

  1. tidak ada ketentuan kontraktual sebagaimana disyaratkan, yang dapat mengakibatkan pemegang instrumen (pemberi pinjaman/kreditor) kehilangan jumlah pokok atau bunga yang dapat diatribusikan pada periode berjalan atau periode sebelumnya. Namun demikian instrumen utang yang disubordinasikan ke instrumen utang lain bukan merupakan contoh dari ketentuan kontraktual tersebut.
  2. provisi kontraktual, yang mengizinkan atau mensyaratkan penerbit/peminjam untuk membayar di muka instrumen utang atau mengizinkan atau mensyaratkan pemegang instrumen (pemberi pinjaman/kreditor) untuk menjual kembali ke penerbit (yaitu dengan meminta pelunasan) sebelum jatuh tempo, tidak bergantung pada peristiwa masa depan selain untuk melindungi:
  1. pemegang instrumen atas perubahan risiko kredit penerbit atau instrumen (sebagai contoh, gagal bayar, penurunan kredit atau pelanggaran kovenan pinjaman) atau perubahan pengendalian atas penerbit; atau
  2. pemegang instrumen atau penerbit dari perubahan terkait dengan pajak atau hukum.
  3. tidak ada imbal hasil atau ketentuan pelunasan bersyarat kecuali untuk tingkat imbal hasil variabel yang dideskripsikan dalam (a) dan ketentuan pembayaran di muka yang dideskripsikan dalam (c).

11.9A. Contoh instrumen utang yang pada umumnya memenuhi ketentuan dalam paragraf 11.9(a)(iv) mencakup:

  1. pinjaman bank dengan suku bunga tetap untuk periode awal yang kemudian kembali ke suku bunga variabel kuotasian atau suku bunga variabel yang dapat diobservasi setelah periode tersebut; dan
  2. pinjaman bank dengan bunga terutang pada suku bunga variabel kuotasian atau suku bunga variabel yang dapat diobservasi ditambah suku bunga tetap selama umur pinjaman. sebagai contoh JIBOR ditambah 200 basis poin.

11.9B. Contoh instrumen utang yang umumnya memenuhi ketentuan yang diatur dalam paragraf 11.9(c) adalah utang bank yang mengizinkan peminjam untuk mengakhiri perjanjian lebih awal, walaupun peminjam mungkin disyaratkan untuk membayar penalti untuk mengompensasi bank atas biaya karena peminjam mengakhiri perjanjian lebih awal.

11.10. Contoh lain instrumen keuangan yang pada umumnya memenuhi ketentuan dalam paragraf 11.9 adalah:

  1. piutang dan utang usaha serta wesel tagih dan wesel bayar, serta pinjaman dari bank atau pihak ketiga. 
  2. utang dalam mata uang asing. Akan tetapi, perubahan dalam utang karena perubahan dalam kurs valuta diakui dalam laba rugi sebagaimana disyaratkan dalam paragraf 30.10.
  3. pinjaman ke atau dari entitas anak atau entitas asosiasi yang jatuh tempo atas permintaan (due on demand).
  4. instrumen utang yang menjadi langsung dapat diterima jika penerbit gagal bayar dalam pembayaran bunga atau pokok (pengaturan seperti itu tidak melanggar ketentuan dalam paragraf 11.9).

11.11. Contoh instrumen keuangan yang tidak memenuhi ketentuan dalam paragraf 11.9 (dan oleh karena itu masuk dalam ruang lingkup Bab 12) mencakup:

  1. investasi pada instrumen ekuitas entitas lain selain saham preferen yang tidak dapat dikonversi dan saham biasa tanpa opsi jual serta saham preferen tanpa opsi jual (lihat paragraf 11.8(d));
  2. swap suku bunga (interest rate swap) yang memberikan imbal hasil arus kas yang positif atau negatif, atau komitmen forward untuk membeli komoditas atau instrumen keuangan yang dapat diselesaikan dengan kas dan yang, pada saat penyelesaiannya, dapat memiliki arus kas positif atau negatif karena swap dan forward seperti ini tidak memenuhi ketentuan dalam paragraf 11.9(a);
  3. kontrak opsi dan kontrak forward, karena imbal hasil tidak tetap kepada pemegang instrumen dan ketentuan dalam paragraf 11.9(a) tidak terpenuhi dan
  4. investasi dalam utang yang dapat dikonversi, karena imbal hasil ke pemegang instrumen dapat bervariasi dengan harga saham ekuitas penerbit, bukan hanya dengan suku bunga pasar.

PENGAKUAN AWAL ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN

11.12. Entitas mengakui aset keuangan atau liabilitas keuangan hanya jika entitas menjadi salah satu pihak dalam ketentuan kontraktual instrumen tersebut.

PENGUKURAN AWAL

11.13. Pada pengakuan awal aset keuangan atau liabilitas keuangan, entitas mengukurnya pada harga transaksi (termasuk biaya transaksi kecuali dalam pengukuran awal aset keuangan dan liabilitas keuangan yang setelah pengakuan awal diukur pada nilai wajar melalui laba rugi) kecuali dalam pengaturan (arrangement) ditetapkan, pada dasarnya, merupakan transaksi permbiayaan baik untuk entitas (sebagai liabilitas keuangan) atau pihak lawan (sebagai aset keuangan) di dalam pengaturannya. Suatu pengaturan merupakan transaksi pembiayaan jika pembayaran ditangguhkan lebih dari jangka waktu usaha normal, sebagai contoh, menyediakan kredit bebas bunga ke pembeli atas penjualan barang, atau dibiayai pada suku bunga yang bukan merupakan suku bunga pasar, sebagai contoh, pinjaman bebas bunga atau di bawah suku bunga pasar yang dibuat untuk pegawai. Jika pengaturan merupakan transaksi pembiayaan, entitas mengukur aset keuangan atau liabilitas keuangan pada nilai sekarang dari pembayaran masa depan yang didiskontokan berdasarkan suku bunga pasar untuk instrumen utang serupa sebagaimana ditentukan pada pengakuan awal.

Contoh – aset keuanganUntuk pinjaman jangka panjang yang diberikan kepada entitas lain, piutang diakui pada nilai sekarang kas yang dapat diterima (termasuk pembayaran bunga dan pelunasan pokok) dari entitas tersebut.Untuk barang yang dijual kepada pelanggan dengan kredit jangka pendek, piutang diakui pada jumlah yang tidak didiskontokan atas kas yang dapat diterima dari entitas tersebut, yang pada umumnya merupakan harga penagihan (invoice price).Untuk item yang dijual kepada pelanggan untuk kredit bebas bunga dua tahun, piutang diakui pada harga jual kas kini untuk item tersebut. Jika harga jual kas kini tidak diketahui, dapat diestimasi sebagai nilai sekarang kas yang dapat diterima yang didiskontokan menggunakan suku bunga pasar yang berlaku untuk piutang serupa. Untuk pembelian secara kas atas saham biasa entitas lain, investasi diakui pada jumlah kas dibayar untuk memperoleh saham.
Contoh – liabilitas keuanganUntuk pinjaman yang diterima dari bank, pada pengakuan awal utang diakui sebesar nilai sekarang kas terutang ke bank (sebagai contoh, termasuk pembayaran bunga dan pelunasan pokok).Untuk barang yang dibeli dari pemasok dengan kredit jangka pendek, utang diakui sebesar jumlah utang ke pemasok yang tidak didiskontokan, yang pada umumnya merupakan harga penagihan

PENGUKURAN SELANJUTNYA

11.14. Pada akhir setiap periode pelaporan, entitas mengukur instrumen keuangan sebagai berikut, tanpa pengurangan biaya transaksi yang mungkin terjadi pada penjualan atau pelepasan lainnya:

  1. instrumen utang yang memenuhi ketentuan dalam paragraf 11.8(b) diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. Paragraf 11.15-11.20 menyediakan pedoman untuk menentukan biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. Instrumen utang yang diklasifikasikan sebagai aset lancar atau liabilitas jangka pendek diukur pada jumlah kas yang tidak didiskontokan atau imbalan lain yang diperkirakan untuk dibayar atau diterima (yakni setelah dikurangi penurunan nilai lihat paragraf 11.21-11.26) kecuali pengaturan tersebut merupakan, pada dasarnya, transaksi pembiayaan (lihat paragraf 11.13).
  2. komitmen untuk menerima pinjaman yang memenuhi ketentuan dalam paragraf 11.8(c) diukur pada biaya perolehan (yang terkadang nihil) dikurangi penurunan nilai.
  3. investasi dalam saham preferen yang tidak dapat dikonversi dan saham biasa tanpa opsi jual atau saham preferen tanpa opsi jual diukur sebagai berikut (paragraf 11.27-11.32 menyediakan pedoman pada nilai wajar):
  1. jika saham diperdagangkan secara publik atau nilai wajar saham tersebut dapat diukur secara andal tanpa biaya atau upaya yang berlebihan, investasi diukur pada nilai wajar dengan perubahan nilai wajar diakui dalam laba rugi, dan
  2. seluruh bentuk investasi lainnya diukur pada biaya perolehan dikurangi penurunan nilai, 

Penurunan nilai atau nilai yang tidak dapat ditagih harus dinilai untuk aset keuangan dalam (a), (b) dan (c)(ii). Paragraf 11.21-11.26 menyediakan pedoman tersebut.

Metode Biaya Perolehan Diamortisasi dan Suku Bunga Efektif

11.15. Biaya perolehan diamortisasi aset keuangan atau liabilitas keuangan pada setiap tanggal pelaporan adalah nilai bersih dari jumlah berikut ini:

  1. jumlah di mana aset keuangan atau liabilitas keuangan diukur pada pengakuan awal;
  2. dikurangi setiap pelunasan pokok;
  3. ditambah atau dikurangi amortisasi kumulatif dengan menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara jumlah pada pengakuan awal dan jumlah jatuh temponya:
  4. dikurangi, dalam hal aset keuangan, setiap pengurangan (secara langsung atau melalui penggunaan akun penyisihan) untuk penurunan nilai atau nilai yang tidak dapat ditagih.

Aset keuangan dan liabilitas keuangan yang tidak memiliki suku bunga nominal, yang tidak berkaitan dengan pengaturan yang merupakan transaksi pembiayaan dan yang diklasifikasikan sebagai aset lancar atau liabilitas jangka pendek, diukur awalnya pada jumlah yang tidak didiskontokan sesuai dengan paragraf 11.13. Sebagai konsekuensinya, dalam hal ini butir (c) tidak berlaku.

11.16. Metode suku bunga efektif adalah metode perhitungan biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan (atau kelompok aset keuangan atau liabilitas keuangan) dan metode pengalokasian penghasilan bunga atau beban bunga selama periode relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas masa depan selama perkiraan umur instrumen keuangan atau, jika lebih tepat, periode yang lebih singkat, ke jumlah tercatat dari aset keuangan atau liabilitas keuangan. Suku bunga efektif ditentukan berdasarkan jumlah tercatat aset keuangan atau liabilitas keuangan pada pengakuan awal. Dalam metode suku bunga efektif:

  1. biaya perolehan diamortisasi aset (liabilitas) keuangan adalah nilai sekarang penerimaan (pembayaran) kas masa depan yang didiskontokan pada suku bunga efektif, dan
  2. beban (penghasilan) bunga pada suatu periode setara dengan jumlah tercatat liabilitas (aset) keuangan pada awal periode dikalikan dengan suku bunga efektif pada periode tersebut.

11.17. Ketika menghitung suku bunga efektif, entitas mengestimasi arus kas dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual instrumen keuangan (sebagai contoh pembayaran di muka, opsi beli dan opsi serupa) dan kerugian kredit yang diketahui yang telah terjadi, tetapi entitas tidak mempertimbangkan kemungkinan kerugian kredit masa depan yang belum terjadi.

11.18. Ketika menghitung suku bunga efektif, entitas mengamortisasi fee, biaya keuangan yang dibayar atau diterima (seperti ‘poin’), biaya transaksi dan premium atau diskonto lainnya yang terkait selama perkiraan umur instrumen, kecuali sebagai berikut. Entitas menggunakan periode yang lebih singkat jika fee, beban keuangan yang dibayar atau diterima, biaya transaksi, premium atau diskonto terkait dengan periode tersebut. Hal ini terjadi ketika variabel terkait fee, beban keuangan yang dibayar atau diterima, biaya transaksi, premium atau diskonto ditentukan ulang harganya (repriced) ke tingkat harga pasar sebelum tanggal jatuh tempo instrumen tersebut. Dalam kasus tersebut, periode amortisasi yang tepat adalah periode untuk tanggal penentuan ulang harga berikutnya.

11.19. Untuk aset keuangan dengan suku bunga variabel dan liabilitas keuangan dengan suku bunga variabel, estimasi ulang arus kas secara berkala untuk menggambarkan perubahan pada suku bunga pasar yang memengaruhi suku bunga efektif. Jika aset keuangan dengan suku bunga variabel atau liabilitas keuangan dengan suku bunga variabel pada awalnya diakui pada jumlah yang setara dengan pokok piutang atau utang saat jatuh tempo, pengestimasian kembali pembayaran bunga masa depan biasanya tidak memiliki dampak signifikan terhadap jumlah tercatat aset atau liabilitas.

11.20. Jika entitas merevisi estimasi pembayaran atau penerimaannya, entitas menyesuaikan jumlah tercatat aset keuangan atau liabilitas keuangan (atau kelompok instrumen keuangan) untuk merefleksikan arus kas aktual dan estimasi arus kas yang direvisi. Entitas menghitung ulang jumlah tercatat dengan menghitung nilai sekarang estimasi arus kas masa depan berdasarkan suku bunga efektif orisinal instrumen keuangan. Entitas mengakui penyesuaian tersebut sebagai penghasilan atau beban dalam laba rugi pada tanggal revisi.

Contoh menentukan biaya perolehan diamortisasi untuk pinjaman lima tahun dengan menggunakan metode suku bunga efektifPada 1 Januari 20X0, entitas memperoleh obligasi sebesar Rp900, dengan biaya transaksi sebesar Rp50, Bunga Rp40 diterima setiap tahun, pada akhir tahun, untuk lima tahun mendatang (31 Desember 20X0-31 Desember 20X4). Obligasi memiliki penebusan wajib senilai Rp1.100 pada 31 Desember 20X4.            berlanjut…

…lanjutan



Tahun  Jumlah tercatat pada awal periode       Penghasilan bunga pada 6,9584%*              Arus kas masuk  Jumlah tercatat pada akhir periode
RpRpRpRp20X0950,0066,11(40.00)976,1120X1976,1167,92(40.00)1.004,0320X21.004,0369,86(40.00)1.003,8920X31.033,8971,94(40.00)1.065,8320X41.065,8374,17(40.00)1.100,00


(1.100,00)
suku bunga efektif 6,9584 persen adalah suku bunga yang mendiskontokan arus kas ekspektasian atas obligasi ke jumlah tercatat awal.40 : (1,069584)1 + 40 : (1,069584)2 + 40 : (1,069584)3 + 40 : (1,069584)4 + 1.140 : (1,069584)5 = 950Dalam publikasi ini, item moneter didenominasi dalam ‘Rupiah’ (Rp).

Penurunan Nilai Aset Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan atau Biaya Perolehan Diamortisasi

Pengakuan

11.21. Pada setiap akhir periode pelaporan, entitas menilai apakah terdapat bukti objektif penurunan nilai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan atau biaya perolehan diamortisasi. Jika terdapat bukti objektif penurunan nilai, entitas langsung mengakui kerugian penurunan nilai dalam laba rugi.

11.22. Bukti objektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset mengalami penurunan nilai mencakup data observasian, yang menjadi perhatian pemegang aset, mengenai peristiwa kerugian berikut:

  1. kesulitan keuangan signifikan dari penerbit atau obligor,
  2. pelanggaran kontrak, seperti gagal bayar atau keterlambatan dalam pembayaran bunga atau pokok;
  3. kreditor memberikan konsesi kepada debitur, yang tidak akan dipertimbangkan oleh kreditur jika bukan, karena alasan ekonomik atau legal yang terkait dengan kesulitan keuangan debitur;
  4. terdapat kemungkinan besar debitur akan mengalami kebangkrutan atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya; atau
  5. data observasian mengindikasikan adanya penurunan yang dapat diukur dalam estimasi arus kas masa depan dari kelompok aset keuangan sejak pengakuan awal aset tersebut, walaupun penurunan belum dapat diidentifikasikan dengan aset keuangan individual dalam kelompok, seperti kondisi ekonomik nasional atau lokal yang memburuk atau perubahan yang memburuk dalam kondisi industri.

11.23. Faktor lain dapat juga menjadi bukti penurunan nilai, termasuk perubahan signifikan dengan dampak merugikan yang terjadi dalam teknologi, pasar, lingkungan ekonomik atau legal di mana penerbit beroperasi.

11.24. Entitas menilai aset keuangan berikut secara individual untuk penurunan nilainya:

  1. seluruh instrumen ekuitas tanpa memperhatikan signifikansinya; dan
  2. aset keuangan lainnya yang secara individual signifikan.

Entitas menilai aset keuangan lain untuk aset keuangan baik secara individual atau kelompok berdasarkan karakteristik risiko kredit serupa.

Pengukuran

11.25. Entitas mengukur kerugian penurunan nilai atas aset keuangan berikut yang diukur berdasarkan biaya perolehan atau biaya perolehan diamortisasi sebagai berikut:

  1. untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi sesuai dengan paragraf 11.14(a), kerugian penurunan nilai adalah selisih antara jumlah tercatat aset dan nilai sekarang arus kas estimasian yang didiskontokan dengan suku bunga efektif orisinal aset. Jika aset keuangan tersebut memiliki suku bunga variabel, tingkat diskonto untuk mengukur kerugian penurunan nilai adalah suku bunga efektif kini yang ditentukan berdasarkan kontrak.
  2. untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan dikurangi penurunan nilai sesuai dengan paragraf 11.14(b) dan (c)(ii), kerugian penurunan nilai adalah selisih antara jumlah tercatat aset dan estimasi terbaik (yang semestinya merupakan perkiraan) dari jumlah (yang mungkin nol) yang akan diterima oleh entitas atas aset jika aset dijual pada tanggal pelaporan.

Pembalikan

11.26. Jika, pada periode berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai menurun dan penurunan tersebut dapat dikaitkan secara objektif dengan peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai tersebut diakui (seperti peningkatan peringkat kredit debitur), entitas membalik kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya baik secara langsung atau dengan menyesuaikan akun penyisihan. Pembalikan tidak mengakibatkan jumlah tercatat aset keuangan (dikurangi akun penyisihan) yang melebihi jumlah tercatat seandainya penurunan nilai sebelumnya tidak diakui. Entitas mengakui jumlah pembalikan dalam laba rugi secara langsung

Nilai Wajar

11.27. Entitas menggunakan hierarki berikut untuk mengestimasi nilai wajar aset: 

  1. bukti terbaik nilai wajar adalah harga kuotasian aset identik (atau aset serupa) dalam pasar aktif. Hal ini biasanya adalah harga bid kini (current bid price).
  2. ketika harga kuotasian tidak tersedia, harga dalam perjanjian penjualan yang mengikat atau transaksi terbaru aset identik (atau aset serupa) dalam transaksi wajar antara pihak yang berpengetahuan, memiliki kemauan, menyediakan bukti dari nilai wajar. Akan tetapi, harga tersebut mungkin bukan merupakan estimasi yang baik atas nilai wajar jika terdapat perubahan signifikan dalam keadaan ekonomik atau periode waktu yang signifikan antara tanggal perjanjian penjualan yang mengikat, atau transaksi, dan tanggal pengukuran. Jika entitas dapat menunjukkan bahwa harga transaksi terakhir bukan merupakan estimasi yang baik atas nilai wajar (sebagai contoh, karena hal tersebut merefleksikan jumlah yang akan diterima atau dibayar entitas dalam transaksi yang dipaksakan, likuidasi yang tidak dilakukan dengan sukarela atau penjualan karena keterpaksaan), maka harga tersebut disesuaikan.
  3. jika pasar untuk aset tidak aktif dan perjanjian penjualan yang mengikat atau transaksi terbaru aset identik (atau aset serupa) secara tersendiri bukan merupakan estimasi yang baik atas nilai wajar, entitas mengestimasi nilai wajar dengan menggunakan teknik penilaian lain. Tujuan dari penggunaan teknik penilaian adalah untuk mengestimasi berapa harga transaksi semestinya pada tanggal pengukuran dalam pertukaran wajar yang dimotivasi oleh pertimbangan bisnis normal.

Rab lain dalam SAK ini membuat referensi ke pedoman nilai wajar dalam paragraf 11.27-11.32, termasuk Bab 9, Bab 12, Bab 14, Bab 15. Bab 16 Properti Investasi, Bab 17 Aset Tetap, dan Bab 28.

Teknik Penilaian

11.28. Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar wajar untuk aset identik antara pihak yang berpengetahuan, memiliki kemauan, jika tersedia, mengacu pada nilai wajar kini dari aset lain yang secara substansial sama dengan aset yang sedang diukur, analisis arus kas yang didiskontokan dan model opsi penentuan harga. Jika terdapat teknik penilaian yang umum digunakan oleh pelaku pasar untuk menentukan harga aset dan teknik tersebut telah menunjukkan keandalannya dalam mengestimasi harga yang diperoleh dari transaksi pasar aktual, maka entitas menggunakan teknik tersebut.

11.29. Tujuan penggunaan teknik penilaian adalah untuk menetapkan berapa harga transaksi semestinya pada tanggal pengukuran dalam pertukaran wajar yang dimotivasi oleh pertimbangan bisnis normal. Nilai wajar diestimasi berdasarkan hasil teknik penilaian yang menggunakan input pasar secara maksimal, dan sesedikit mungkin menggunakan input yang ditentukan entitas. Teknik penilaian diperkirakan menghasilkan estimasi andal atas nilai wajar jika:

  1. teknik penilaian mencerminkan secara andal bagaimana pasar dapat diperkirakan dalam menentukan harga aset; dan
  2. input teknik penilaian merepresentasikan secara andal perkiraan pasar dan ukuran faktor risiko imbal hasil inheren dalam aset.

Tidak Ada Pasar Aktif

11.30. Nilai wajar investasi dalam aset yang tidak memiliki harga pasar kuotasian dalam pasar aktif dapat diukur secara andal jika:

  1. variabilitas dalam rentang estimasi nilai wajar yang andal tidak signifikan untuk aset tersebut, atau
  2. probabilitas dari berbagai estimasi dalam rentang tersebut dapat dinilai secara andal dan digunakan dalam estimasi nilai wajar.

11.31. Ada banyak situasi di mana variabilitas dalam rentang estimasi nilai wajar yang andal dari aset yang tidak memiliki harga pasar kuotasian kemungkinan tidak signifikan. Pada umumnya, dimungkinkan untuk mengestimasi nilai wajar aset yang diperoleh entitas dari pihak luar. Akan tetapi, jika rentang estimasi nilai wajar yang andal adalah signifikan dan probabilitas berbagai estimasi tidak dapat dinilai secara andal, entitas tidak mungkin mengukur aset pada nilai wajar.

11.32. Jika ukuran nilai wajar yang andal tidak lagi tersedia untuk aset yang diukur pada nilai wajar (atau tidak tersedia tanpa biaya atau upaya yang berlebihan ketika pengecualian tersebut diberikan (lihat paragraf 11.14(c) dan 12.8(b)), jumlah tercatat pada tanggal terakhir aset dapat diukur secara andal menjadi biaya perolehan barunya. Entitas mengukur aset pada jumlah biaya perolehan dikurangi penurunan nilai hingga ukuran andal atas nilai wajar tersedia (atau menjadi tersedia tanpa biaya atau upaya yang berlebihan ketika pengecualian diberikan).

PENGHENTIAN PENGAKUAN ASET KEUANGAN

11.33. Entitas menghentikan pengakuan aset keuangan hanya ketika salah satu dari: 

  1. hak kontraktual atas arus kas dari aset keuangan kedaluwarsa atau diselesaikan;
  2. entitas mengalihkan kepada pihak lain secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan; atau
  3. entitas, meskipun telah mempertahankan beberapa risiko dan manfaat kepemilikan yang signifikan, telah mengalihkan pengendalian aset ke pihak lain dan pihak lain tersebut memiliki kemampuan praktis untuk menjual seluruh aset kepada pihak ketiga yang tidak berelasi dan dapat melaksanakan kemampuan tersebut secara unilateral dan tanpa perlu memberlakukan batasan tambahan atas pengalihan – dalam kasus ini, entitas:

(i)  menghentikan pengakuan aset; dan

(ii) mengakui secara terpisah hak dan kewajiban yang dipertahankan atau dihasilkan dari pengalihan.

Jumlah tercatat aset yang dialihkan dialokasikan antara hak atau kewajiban yang dipertahankan dan yang dialihkan berdasarkan nilai wajar relatif pada tanggal pengalihan. Hak dan kewajiban yang baru dihasilkan diukur pada nilai wajar pada tanggal tersebut. Selisih antara imbalan yang diterima dan jumlah yang diakui dan yang dihentikan pengakuannya sesuai dengan paragraf ini diakui dalam laba rugi selama periode pengalihan.

11.34. Jika pengalihan tidak mengakibatkan penghentian pengakuan karena entitas mempertahankan risiko dan manfaat signifikan atas kepemilikan aset yang dialihkan, maka entitas tetap mengakui aset yang dialihkan secara keseluruhan dan mengakui liabilitas keuangan untuk imbalan yang diterima. Aset dan liabilitas tidak saling hapus. Pada periode berikutnya. entitas mengakui penghasilan atas aset yang dialihkan dan beban yang terjadi atas liabilitas keuangan.

11.35. Jika pihak yang mengalihkan (transferor) menyediakan agunan nonkas (seperti instrumen utang atau ekuitas) kepada pihak yang menerima pengalihan (transferee), akuntansi untuk agunan oleh pihak yang mengalihkan dan pihak yang menerima pengalihan bergantung pada apakah pihak yang menerima pengalihan memiliki hak untuk menjual atau menjaminkan kembali agunan dan apakah pihak yang mengalihkan telah gagal bayar. Pihak yang mengalihkan dan pihak yang menerima pengalihan mencatat agunan sebagai berikut:

  1. jika pihak yang menerima pengalihan memiliki hak berdasarkan kontrak atau kebiasaan praktik bisnis untuk menjual atau menjaminkan kembali agunan, maka pihak yang mengalihkan mereklasifikasi aset tersebut pada laporan posisi keuangan (sebagai contoh, sebagai aset pinjaman, instrumen ekuitas yang dijaminkan atau piutang yang dibeli kembali) terpisah dari aset lain;
  2. jika pihak yang menerima pengalihan menjual agunan yang dijaminkan, maka pihak tersebut mengakui hasil penjualan dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar atas kewajibannya untuk mengembalikan agunan;
  3. jika pihak yang mengalihkan gagal bayar berdasarkan syarat kontrak dan tidak lagi berhak untuk menebus kembali agunan, maka pihak tersebut menghentikan pengakuan agunan dan pihak yang menerima pengalihan mengakui agunan sebagai aset yang pada awalnya diukur pada nilai wajar atau, jika agunan telah dijual, menghentikan pengakuan kewajibannya untuk mengembalikan agunan, dan
  4. kecuali diatur dalam (c), pihak yang mengalihkan tetap memiliki agunan sebagai asetnya dan pihak yang menerima pengalihan tidak mengakui agunan sebagai aset.
Contoh pengalihan yang memenuhi syarat penghentian pengakuanEntitas menjual sekelompok akun piutang usaha kepada bank pada jumlah yang kurang dari nilai nominalnya. Entitas tetap mengurus penagihan dari debitur atas nama bank, termasuk mengirimkan laporan bulanan, dan bank membayar entitas fee sesuai pasar untuk jasa piutang tersebut. Entitas berkewajiban untuk segera mengirimkan ke bank setiap dan seluruh jumlah tagihan yang diterima, tetapi tidak memiliki kewajiban kepada bank atas pembayaran yang terlambat atau tidak bayar (non-payment) oleh debitur. Dalam kasus ini, entitas telah mengalihkan kepada bank secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan piutang. Sejalan dengan hal tersebut, entitas menghapus piutang dari laporan posisi keuangannya (dengan kata lain menghentikan pengakuannya) dan tidak mencatat liabilitas berkaitan dengan hasil yang diterima dari bank. Entitas mengakui kerugian yang dihitung sebagai selisih antara jumlah tercatat piutang pada saat penjualan dan hasil yang diterima dari bank. Entitas mengakui liabilitas sepanjang dana telah diterima dari debitur tetapi entitas belum mengirimkannya ke bank. 
Contoh pengalihan yang tidak memenuhi kualifikasi penghentian pengakuanFakta yang sama dengan contoh sebelumnya kecuali entitas telah setuju untuk membeli kembali dari bank setiap piutang di mana debitur menunggak pokok atau bunga lebih dari 120 hari. Dalam kasus ini, entitas mempertahankan risiko atas keterlambatan pembayaran atau tidak bayar (non-payment) oleh debitur – suatu risiko signifikan terkait piutang. Sejalan dengan hal tersebut, entitas tidak memperlakukan piutang sebagai telah dijual kepada bank, dan tidak menghentikan pengakuan piutang tersebut. Sebaliknya, entitas memperlakukan hasil dari bank sebagai pinjaman yang dijamin dengan piutang. Entitas tetap mengakui piutang sebagai aset sampai piutang tertagih atau dihapusbukukan sebagai tak tertagih. 

PENGHENTIAN PENGAKUAN LIABILITAS KEUANGAN

11.36. Entitas menghentikan pengakuan liabilitas keuangan (atau bagian dari liabilitas keuangan) hanya ketika liabilitas tersebut berakhir – yaitu ketika kewajiban yang ditentukan dalam kontrak dilepaskan, dibatalkan atau kadaluwarsa.

11.37. Jika peminjam dan pemberi pinjaman mengganti instrumen keuangan dengan syarat yang berbeda secara substansial, maka entitas peminjam dan pemberi pinjaman mencatat transaksi tersebut sebagai pengakhiran liabilitas keuangan orisinal dan pengakuan liabilitas keuangan baru. Serupa dengan hal tersebut, entitas mencatat modifikasi substansial atas persyaratan liabilitas keuangan yang saat ini berlaku atau bagian darinya (terlepas ada atau tidak ada keterkaitan dengan kesulitan keuangan debitur) sebagai pengakhiran liabilitas keuangan orisinal dan pengakuan liabilitas keuangan baru.

11.38. Entitas mengakui dalam laba rugi selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan (atau bagian dari liabilitas keuangan) yang dihapuskan atau yang dialihkan kepada pihak lain dan imbalan yang dibayarkan, termasuk aset nonkas yang dialihkan atau liabilitas yang diambil alih.

PENGUNGKAPAN

11.39. Pengungkapan berikut menjadi acuan untuk pengungkapan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Entitas yang hanya memiliki instrumen keuangan dasar (dan oleh karena itu tidak menerapkan Bab 12) tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan oleh karena itu tidak perlu menyediakan pengungkapan tersebut.

Pengungkapan Kebijakan Akuntansi untuk Instrumen Keuangan

11.40. Sesuai dengan paragraf 8.5, entitas mengungkapkan, dalam ringkasan kebijakan akuntansi signifikan, dasar pengukuran (atau dasar-dasar) yang digunakan untuk instrumen keuangan dan kebijakan akuntansi lain yang digunakan untuk instrumen keuangan yang relevan untuk pemahaman laporan keuangan.

Laporan Posisi Keuangan – Kategori Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

11.41. Entitas mengungkapkan jumlah tercatat setiap kategori aset keuangan dan liabilitas keuangan berikut pada tanggal pelaporan, dalam total jumlah, baik dalam laporan posisi keuangan atau dalam catatan atas laporan keuangan:

  1. aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (paragraf 11.14(c)(i) dan paragraf 12.8 dan 12.9);
  2. aset keuangan yang merupakan instrumen utang diukur pada biaya perolehan diamortisasi (paragraf 11.14(a));
  3. aset keuangan yang merupakan instrumen ekuitas diukur pada biaya perolehan dikurangi penurunan nilai (paragraf 11.14(c)(ii) dan paragraf 12.8 dan 12.9);
  4. liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (paragraf 12.8 dan 12.9);
  5. liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (paragraf 11.14(a)); dan
  6. komitmen pinjaman diukur pada biaya perolehan dikurangi penurunan nilai (paragraf 11.14(b)).

11.42. Entitas mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi signifikansi instrumen keuangan untuk posisi keuangan dan kinerjanya. Sebagai contoh, untuk utang jangka panjang informasi tersebut umumnya mencakup syarat dan ketentuan instrumen utang (seperti suku bunga, jatuh tempo, jadwal pelunasan, dan pembatasan instrumen utang yang membebani entitas).

    11.43. Untuk semua aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar, entitas mengungkapkan dasar penentuan nilai wajar, sebagai contoh, harga pasar kuotasian dalam pasar aktif atau teknik penilaian. Ketika teknik penilaian digunakan, entitas mengungkapkan asumsi yang diterapkan dalam menentukan nilai wajar setiap kelas aset keuangan atau liabilitas keuangan. Sebagai contoh, jika dapat diterapkan, entitas mengungkapkan informasi mengenai asumsi terkait tingkat pembayaran di muka, tingkat kerugian kredit estimasian, dan suku bunga atau tingkat diskonto.

11.44. Jika ukuran nilai wajar yang andal tidak lagi tersedia, atau tidak tersedia tanpa biaya atau upaya yang berlebihan ketika pengecualian tersebut diberikan, untuk setiap instrumen keuangan yang seharusnya disyaratkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi sesuai dengan Standar ini entitas mengungkapkan:

  1. fakta tersebut;
  2. jumlah tercatat instrumen keuangan tersebut, dan
  3. apabila pengecualian biaya atau upaya yang berlebihan telah digunakan, alasan mengapa pengukuran nilai wajar yang andal melibatkan biaya atau upaya yang berlebihan tersebut.

Penghentian Pengakuan

11.45. Jika entitas mengalihkan aset keuangan kepada pihak lain dalam transaksi yang tidak memenuhi syarat penghentian pengakuan (lihat paragraf 11.33-11.35), entitas mengungkapkan berikut ini untuk setiap kelas aset keuangan:

  1. sifat aset;
  2. sifat risiko dan manfaat atas kepemilikan yang entitas tetap terekspos; dan
  3. jumlah tercatat aset dan liabilitas terkait yang tetap diakui entitas.

Agunan

11.46. Ketika entitas menjaminkan aset keuangan sebagai agunan untuk liabilitas atau liabilitas kontinjensi, entitas mengungkapkan sebagai berikut:

  1. jumlah tercatat aset keuangan yang dijaminkan sebagai agunan; dan
  2. syarat dan ketentuan yang berkaitan dengan penjaminan tersebut.

Gagal Bayar dan Pelanggaran Utang Pinjaman

11.47. Untuk utang pinjaman yang diakui pada tanggal pelaporan di mana terdapat pelanggaran syarat atau kegagalan pembayaran pokok, bunga, dana pelunasan (sinking fund) atau syarat penebusan yang belum diatasi pada tanggal pelaporan, entitas mengungkapkan hal berikut:

  1. rincian pelanggaran atau gagal bayar,
  2. jumlah tercatat utang pinjaman terkait pada tanggal pelaporan; dan
  3. apakah pelanggaran atau kegagalan pembayaran telah diatasi, atau syarat utang pinjaman dinegosiasikan ulang, sebelum laporan keuangan diotorisasi untuk terbit.

Item Penghasilan, Beban, Keuntungan atau Kerugian

11.48. Entitas mengungkapkan item penghasilan, beban, keuntungan atau kerugian berikut:

  1. penghasilan, beban, keuntungan atau kerugian, termasuk perubahan nilai wajar, yang diakui atas:

   (i) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;

   (ii) liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;

   (iii) aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi; dan

   (iv) liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

  1. total penghasilan bunga dan total beban bunga (dihitung menggunakan metode suku bunga efektif) untuk aset keuangan atau liabilitas keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, dan
  2. jumlah kerugian penurunan nilai untuk setiap kelas aset keuangan.

Footnote 

  • Swap Suku Bunga : Salah satu produk hedging atas suku bunga yang bermanfaat untuk mengakomodir view pergerakan suku bunga pada masa yang akan datang dengan merubah kewajiban yang anda miliki dari Fixed menjadi Float atau sebaliknya dalam mata uang yang sama. 
  • Pasar Aktif : Pasar yang secara rutin mengalami volume transaksi tinggi 
  • Instrumen Lindung Nilai : Alat keuangan yang digunakan untuk melindungi nilai suatu aset atau kewajiban dari fluktuasi harga atau nilai pasar yang tidak diinginkan.

Sumber 

Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat efektif per 1 Januari 2025, Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI).


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *