Impairment of Assets (Penurunan Nilai Aset)
A. Definisi Impairment dan Perbedaan dengan Depresiasi
Impairment adalah penurunan nilai suatu aset yang bersifat permanen dan perlu dicatat dalam laporan keuangan. Kita dapat mengetahui terjadinya impairment dengan membandingkan harga perolehan aset di masa lalu (nilai buku) dengan harga pasarnya saat ini (nilai wajar atau fair value). Impairment dapat terjadi pada aset tak berwujud maupun aset berwujud, mulai dari merek dagang dan hak paten hingga pabrik dan mesin produksi. Apabila nilai wajar jatuh menjadi lebih rendah daripada nilai buku secara permanen, maka perusahaan harus membukukan-nya dalam neraca sesuai dengan kondisi terkini. Aset yang mengalami impairment selanjutnya disebut sebagai impairment assets. Berdasarkan GAAP, perusahaan harus mengevaluasi aset untuk potensi penurunan nilai setiap kali terjadi perubahan keadaan yang menunjukkan bahwa nilai tercatat aset tersebut mungkin tidak dapat dipulihkan. Penilaian ini mengikuti proses dua langkah untuk aset berumur panjang, menentukan tingkat pemulihan dengan membandingkan arus kas masa depan yang diharapkan (tanpa didiskontokan) dengan nilai tercatat aset, kemudian mengukur penurunan nilai dengan membandingkan nilai tercatat dengan nilai wajar jika aset tersebut dianggap tidak dapat dipulihkan.
Impairment assets itu berbeda dengan depresiasi aset. Depresiasi aset adalah penyusutan nilai aset tetap yang terjadi secara bertahap seiring dengan masa penggunaan aset tersebut. Perusahaan akan mencatat depresiasi sebagai beban yang menurunkan harga perolehan suatu aset tetap. Sedangkan Impairment, merujuk pada penurunan nilai secara permanen pada satu waktu tertentu. Impairment bukan hanya dapat terjadi pada aset tetap, melainkan juga tak berwujud. Perusahaan selanjutnya akan mencatat impairment sebagai kerugian dalam laporan keuangan.
B. Faktor Penyebab Impairment
Faktor eksternal yang mempengaruhi penurunan nilai aset seperti:
– Penurunan nilai pasar aset yang signifikan
– Perubahan lingkungan seperti teknologi, ekonomi, suku bunga pasar, ruang lingkup hukum.
– Jumlah tercatat aset neto entitas melebihi kapitalisasi pasarnya
Faktor internal yang ada dalam faktor teknis aset seperti:
– Kerusakan pada fisik aset
– Kinerja aset yang buruk
– Perubahan signifikan dalam perusahan yang menyebabkan aset tidak dimanfaatkan.
C. Jenis Aset yang Bisa dan Tidak Bisa Diuji Impairment
Impairment dapat terjadi pada aset tak berwujud maupun aset berwujud, mulai dari merek dagang dan hak paten hingga pabrik dan mesin produksi. Impairment sendiri dalam praktiknya bisa dilakukan hampir di seluruh aset. Namun, dalam hal ini terdapat beberapa pengecualian yang dianggap tidak akan mengalami penurunan nilai, yakni:
- Aset pajak tangguhan
- Aset imbalan kerja
- Aset keuangan
- Properti investasi pada nilai wajar
- Aset biologis berupa hewan maupun tanaman
- Aset karena kontrak asuransi Aset tetap yang dimiliki untuk dijual
D. Proses dan Metode Pengukuran
- Identifikasi Indikasi
Perusahaan harus terlebih dahulu mengevaluasi apakah ada indikasi penurunan nilai, baik faktor eksternal (pasar, teknologi, ekonomi) maupun internal (kerusakan, kinerja menurun, aset tidak digunakan)
2. Menentukan Nilai Tercatat (Carrying Amount)
Nilai Tercatat atau sering disebut Nilai Buku (Book Value) adalah harga perolehan dikurangi akumulasi depresiasi dan amortisasi. Depresiasi dan amortisasi dihitung sesuai metode yang dipakai perusahaan untuk mengetahui nilai buku terkini aset.
3. Hitung Nilai yang Dapat Dipulihkan (Recoverable Amount)
Recoverable amount adalah nilai yang lebih besar antara Fair Value Less Costs of Disposal (FVLCD) = nilai jual setelah biaya penjualan dibandingkan dengan Value in Use (VIU) = nilai manfaat penggunaan
4. Bandingkan Carrying Amount dengan Recoverable Amount
– Jika Carrying Amount ≤ Recoverable Amount → Tidak terjadi impairment.
– Jika Carrying Amount > Recoverable Amount → Terjadi penurunan nilai/impairment sebesar selisihnya.
E. Contoh
PT Maju Jaya membeli mesin tenun seharga Rp100.000.000 dengan umur ekonomis 10 tahun menggunakan metode garis lurus tanpa nilai residu. Setelah digunakan selama 6 tahun, muncul teknologi baru yang lebih efisien sehingga mesin lama dinilai kurang layak dipakai. Manajemen kemudian melakukan uji penurunan nilai pada mesin tenun tersebut. Dari hasil penilaian, diketahui bahwa mesin tersebut dapat dijual dengan harga Rp27.000.000 (FVLCD), sementara manfaat ekonomis dari penggunaannya diperkirakan sebesar Rp30.000.000 (VIU).
1. Menentukan Nilai Tercatat (Carrying Amount)
- Harga perolehan mesin = Rp100.000.000
- Umur ekonomis = 10 tahun (garis lurus, tanpa nilai residu)
- Depresiasi per tahun = Rp100.000.000 ÷ 10 = Rp10.000.000
- Akumulasi depresiasi = 6 tahun x Rp10.000.000 = Rp60.000.000
- Nilai buku (carrying amount) = Rp100.000.000 – Rp60.000.000 = Rp40.000.000
2. Hitung Nilai yang Dapat Dipulihkan (Recoverable Amount)
- Fair Value Less Costs of Disposal (FVLCD) = Rp27.000.000
- Value in Use (VIU) = Rp30.000.000
- Recoverable Amount (nilai paling besar) = Rp30.000.000
3. Bandingkan Carrying Amount dengan Recoverable Amount
- Carrying Amount = Rp40.000.000
- Recoverable Amount = Rp30.000.000
- Karena Rp40.000.000 > Rp30.000.000, maka terjadi impairment. Impairment / Penurunan Nilai (selisihnya) = Rp40.000.000 – Rp30.000.000 = Rp10.000.000
Contoh Jurnal
Kerugian Penurunan Nilai Aset (D) 10.000.000
Akumulasi Penurunan Nilai Aset (K) 10.000.000
F. Dampak ke Laporan Keuangan
Impairment asset dapat menimbulkan beban bagi perusahaan, karena penurunan nilai ini harus diakui sebagai kerugian dalam laporan laba rugi. Ketika aset mengalami impairment, nilai tercatatnya harus diturunkan, dan penurunan tersebut diakui sebagai beban pada periode akuntansi yang bersangkutan. Dampak dari impairment asset bisa sangat signifikan, terutama jika nilai aset yang mengalami penurunan cukup besar. Misalnya, jika perusahaan memiliki properti atau mesin yang mengalami penurunan nilai secara drastis, maka hal ini dapat mengurangi nilai total aset dan mempengaruhi rasio keuangan perusahaan.
Sumber : https://indodax.com/academy/impairment-asset/
https://ajaib.co.id/impairment-adalah-penurunan-nilai-aset/
https://www.youtube.com/watch?v=JUxgNjjlEMY&ab_channel=JagoPajak
Tinggalkan Balasan