SAK EP BAB VII: LAPORAN ARUS KAS STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS PRIVAT

BAB VII LAPORAN ARUS KAS 

RUANG LINGKUP

7.1. Bab ini mengatur informasi yang disajikan dalam laporan arus kas dan bagaimana penyajiannya. Laporan arus kas menyediakan informasi mengenai perubahan kas dan setara kas entitas untuk periode pelaporan, menunjukkan secara terpisah perubahan dari aktivitas operasi, aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan.

SETARA KAS

7.2. Setara kas adalah investasi jangka pendek, sangat likuid yang segera dapat dikonversi menjadi kas dalam jumlah yang dapat ditentukan dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak signifikan. Setara kas dimiliki untuk memenuhi komitmen kas jangka pendek, bukan untuk tujuan investasi atau lainnya. Sebagai akibatnya, suatu investasi umumnya memenuhi syarat sebagai setara kas hanya jika akan segera jatuh tempo dalam waktu, sebagai contoh tiga bulan atau kurang sejak tanggal perolehannya. Cerukan (bank overdraft) pada umumnya dianggap sebagai aktivitas pendanaan serupa dengan pinjaman. Akan tetapi, jika cerukan dapat dibayar kembali sewaktu-waktu berdasarkan permintaan dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pengelolaan kas entitas, maka cerukan tersebut termasuk dalam komponen kas dan setara kas.

INFORMASI YANG DISAJIKAN DALAM LAPORAN ARUS KAS

7.3. Entitas menyajikan laporan arus kas, yang menyajikan arus kas untuk suatu periode pelaporan yang diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan.

Aktivitas Operasi

7.4. Aktivitas operasi adalah aktivitas utama penghasil pendapatan entitas. Sebagai akibatnya, arus kas dari aktivitas operasi umumnya dihasilkan dari transaksi dan peristiwa dan kondisi lain yang memengaruhi penentuan laba rugi. Contoh arus kas dari aktivitas operasi adalah.

  1. penerimaan kas dari penjualan barang dan penyediaan jasa;
  2. penerimaan kas dari royalti, fee, komisi dan pendapatan lainnya;
  3. pembayaran kas ke pemasok barang dan jasa;
  4. pembayaran kas ke, dan atas nama karyawan;
  5. pembayaran kas atau pengembalian pajak penghasilan, kecuali dapat diidentifikasi secara spesifik dengan aktivitas pendanaan dan investasi; dan 
  6. penerimaan dan pembayaran kas dari investasi, pinjaman dan kontrak lainnya yang dimiliki untuk tujuan diperdagangkan, yang serupa dengan persediaan yang diperoleh secara spesifik untuk dijual kembali.

Beberapa transaksi, seperti penjualan item peralatan pabrik oleh entitas manufaktur dapat menimbulkan keuntungan atau kerugian yang termasuk dalam laba rugi. Akan tetapi, arus kas dalam transaksi tersebut adalah arus kas dari aktivitas investasi.

Aktivitas Investasi

7.5. Aktivitas investasi adalah perolehan dan pelepasan aset jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas. Contoh arus kas yang timbul dari aktivitas investasi adalah:

  1. pembayaran kas untuk memperoleh aset tetap (mencakup aset tetap yang dibangun sendiri), aset takberwujud dan aset jangka panjang lainnya;
  2. penerimaan kas dari penjualan aset tetap, aset takberwujud dan aset jangka panjang lain;
  3. pembayaran kas untuk memperoleh instrumen ekuitas atau instrumen utang entitas lain dan kepentingan dalam ventura bersama (selain pembayaran untuk instrumen yang diklasifikasikan sebagai setara kas atau dimiliki untuk diperdagangkan atau diperjualbelikan);
  4. penerimaan kas dari penjualan instrumen ekuitas atau instrumen utang entitas lain dan kepentingan dalam ventura bersama (selain penerimaan dari instrumen yang diklasifikasikan sebagai setara kas atau dimiliki untuk diperdagangkan atau diperjualbelikan);
  5. uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain;
  6. penerimaan kas dari pelunasan uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain;
  7. pembayaran kas untuk kontrak futures, kontrak forward, kontrak opsi dan kontrak swap, kecuali jika kontrak tersebut dimiliki untuk diperdagangkan atau diperjualbelikan, atau jika pembayaran tersebut diklasifikasikan sebagai aktivitas pendanaan; dan
  8. penerimaan kas dari kontrak futures, kontrak forward, kontrak opsi dan kontrak swap, kecuali jika kontrak tersebut dimiliki untuk diperdagangkan atau diperjualbelikan, atau jika penerimaan tersebut diklasifikasikan sebagai aktivitas pendanaan.

Ketika kontrak dicatat sebagai lindung nilai (lihat Bab 12 Isu Terkait Instrumen Keuangan Lain), entitas mengklasifikasikan arus kas kontrak dengan cara yang sama dengan arus kas dari item yang dilindung nilai.

Aktivitas Pendanaan

7.6. Aktivitas pendanaan adalah aktivitas yang timbul dari perubahan dalam ukuran dan komposisi atas ekuitas dan pinjaman entitas yang dikontribusikan. Contoh arus kas yang timbul dari aktivitas pendanaan adalah:

  1. penerimaan kas dari penerbitan saham atau instrumen ekuitas lain;
  2. pembayaran kas kepada pemilik untuk memperoleh atau menebus saham entitas;
  3. penerimaan kas dari penerbitan surat utang, pinjaman, wesel, obligasi, hipotek dan pinjaman jangka pendek atau jangka panjang lain;
  4. pelunasan pinjaman; dan
  5. pembayaran kas oleh penyewa untuk mengurangi saldo liabilitas yang berkaitan dengan sewa pembiayaan.

PELAPORAN ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

7.7. Entitas menyajikan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan, salah satu dari;

  1. metode tidak langsung, dengan metode ini laba atau rugi disesuaikan dengan mengoreksi dampak transaksi yang bersifat nonkas, penangguhan atau akrual dari penerimaan atau pembayaran kas untuk operasi di masa lalu atau masa depan dan item penghasilan atau beban yang berhubungan dengan arus kas investasi atau pendanaan; atau 
  2. metode langsung, dengan metode ini kelas utama dari penerimaan kas bruto dan pembayaran kas bruto diungkapkan.

Metode Tidak Langsung

7.8. Dalam metode tidak langsung, arus kas neto dari aktivitas operasi ditentukan

dengan menyesuaikan laba rugi untuk dampak dari:

  1. perubahan dalam persediaan dan piutang serta utang usaha selama suatu periode;
  2. item nonkas seperti depresiasi, provisi, pajak tangguhan, penghasilan (beban) akrual yang belum diterima (dibayar) dalam kas, keuntungan dan kerugian valuta asing yang belum direalisasi, laba entitas asosiasi dan kepentingan nonpengendali yang belum didistribusikan; dan
  3. seluruh item lain yang dampak kasnya berkaitan dengan investasi atau pendanaan.

Metode Langsung

7.9. Dalam metode langsung, arus kas neto dari aktivitas operasi disajikan dengan mengungkapkan informasi mengenai kelas utama penerimaan kas bruto dan pembayaran kas bruto. Informasi tersebut dapat diperoleh, salah satu dari:

  1. dari catatan akuntansi entitas; atau
  2. dengan menyesuaikan penjualan, beban penjualan dan item lainnya dalam laporan penghasilan komprehensif (atau laporan laba rugi, jika disajikan) untuk:
  1. perubahan dalam persediaan dan piutang serta utang usaha selama periode;
  2. item nonkas lain; dan
  3. item lain di mana kasnya berdampak pada arus kas investasi atau arus kas  pendanaan.

PELAPORAN ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI DAN AKTIVITAS PENDANAAN

7.10. Entitas menyajikan secara terpisah kelas utama penerimaan kas bruto dan pembayaran kas bruto yang berasal dari aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan. Arus kas agregat yang timbul dari akuisisi dan dari pelepasan entitas anak atau unit bisnis lainnya disajikan secara terpisah dan diklasifikasikan sebagai aktivitas investasi.

ARUS KAS VALUTA ASING

7.11. Entitas mencatat arus kas yang timbul dari transaksi valuta asing dalam mata uang fungsional entitas dengan mengalikan jumlah valuta asing tersebut dengan kurs antara mata uang fungsional dengan valuta asing pada tanggal transaksi arus kas. Paragraf 30.19 menjelaskan kapan kurs yang mendekati kurs aktual dapat digunakan.

7.12. Entitas menjabarkan arus kas entitas anak di luar negeri pada kurs antara mata uang fungsional entitas dengan valuta asing pada tanggal transaksi arus kas.

7.13. Keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi yang timbul dari perubahan kurs valuta asing bukan merupakan arus kas. Akan tetapi, untuk merekonsiliasi kas dan setara

kas pada awal dan akhir periode, dampak perubahan kurs pada kas dan setara kas yang dimiliki atau jatuh tempo dalam valuta asing harus disajikan dalam laporan arus kas. Sebagai konsekuensinya, entitas mengukur kembali kas dan setara kas yang dimiliki selama periode pelaporan (seperti jumlah valuta asing yang dimiliki dan rekening bank dalam valuta asing) pada kurs akhir periode. Entitas menyajikan hasil keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi tersebut secara terpisah dari arus kas aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

BUNGA DAN DIVIDEN

7.14. Entitas menyajikan arus kas dari bunga dan dividen yang diterima dan yang dibayarkan secara terpisah. Entitas mengklasifikasikan arus kas secara konsisten dari satu periode ke periode lainnya sebagai aktivitas operasi, investasi atau pendanaan.

7.15. Entitas dapat mengklasifikasikan bunga yang dibayarkan serta bunga dan dividen yang diterima sebagai arus kas operasi karena bunga yang dibayarkan serta bunga dan dividen yang diterima tersebut termasuk dalam laba rugi. Sebagai alternatif, entitas dapat mengklasifikasikan bunga yang dibayarkan, serta bunga dan dividen yang diterima masing – masing sebagai arus kas pendanaan dan arus kas investasi, karena bunga yang dibayarkan merupakan biaya untuk memperoleh sumber daya keuangan atau bunga dan dividen yang diterima merupakan imbal hasil atas investasi.

7.16. Entitas dapat mengklasifikasikan dividen yang dibayarkan sebagai arus kas pendanaan karena dividen tersebut merupakan biaya untuk memperoleh sumber daya keuangan. Sebagai alternatif, entitas dapat mengklasifikasikan dividen yang dibayarkan sebagai komponen arus kas dari aktivitas operasi karena dividen tersebut dibayarkan dari arus kas operasi

PAJAK PENGHASILAN

7.17. Entitas menyajikan secara terpisah arus kas yang timbul dari pajak penghasilan dan mengklasifikasikannya sebagai arus kas dari aktivitas operasi, kecuali dapat secara spesifik diidentifikasikan dengan aktivitas pendanaan dan investasi. Ketika arus kas pajak dialokasikan pada lebih dari satu kelas aktivitas, entitas mengungkapkan total jumlah pajak yang dibayarkan.

TRANSAKSI NONKAS

7.18. Transaksi investasi dan pendanaan yang tidak mensyaratkan penggunaan kas atau setara kas dikecualikan dari laporan arus kas entitas. Entitas mengungkapkan transaksi tersebut ke bagian lain dalam laporan keuangan sedemikian rupa sehingga dapat menyediakan seluruh informasi relevan mengenai aktivitas investasi dan pendanaan.

7.19. Beberapa aktivitas investasi dan pendanaan tidak memiliki dampak langsung terhadap arus kas kini, walaupun memengaruhi struktur modal dan aset entitas. Pengecualian transaksi nonkas dari laporan arus kas konsisten dengan tujuan laporan arus kas karena item tersebut tidak melibatkan arus kas pada periode berjalan. Contoh transaksi nonkas adalah:

  1. perolehan aset baik secara kredit atau melalui sewa pembiayaan;
  2. akuisisi suatu entitas melalui penerbitan instrumen ekuitas; dan
  3. konversi utang menjadi ekuitas.

KOMPONEN KAS DAN SETARA KAS

7.20. Entitas menyajikan komponen kas dan setara kas serta menyajikan rekonsiliasi jumlah tersebut dalam laporan arus kas dengan item ekuivalen yang disajikan dalam laporan posisi keuangan. Akan tetapi, entitas tidak disyaratkan untuk menyajikan rekonsiliasi ini jika jumlah kas dan setara kas yang disajikan dalam laporan arus kas adalah identik dengan jumlah yang dideskripsikan serupa dalam laporan posisi keuangan.

PENGUNGKAPAN LAIN

7.21. Entitas mengungkapkan, bersama dengan pendapat manajemen, jumlah saldo kas dan setara kas signifikan yang dimiliki oleh entitas yang tidak tersedia untuk digunakan oleh entitas. Kas dan setara kas yang dimiliki oleh entitas mungkin tidak tersedia untuk digunakan oleh entitas karena, di antara alasan-alasan lainnya, pengendalian valuta asing atau pembatasan legal.

Footnote

  • Kepentingan nonpengendali: Bagian kepemilikan di perusahaan anak yang menjadi milik pihak lain selain perusahaan induk yang memegang kendali.
  • Provisi: Estimasi kewajiban entitas pada tanggal pelaporan yang waktu atau jumlah penyelesaiannya masih belum pasti, misalnya biaya garansi atau kewajiban hukum.
  • Transaksi nonkas: Aktivitas investasi atau pendanaan yang tidak melibatkan arus kas pada periode berjalan, misalnya konversi utang menjadi ekuitas atau perolehan aset melalui sewa pembiayaan.

Sumber

Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat efektif per 1 Januari 2025, Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI).


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *